Kegembiraan yang Berkeadilan

Ramadhan berganti Syawal, tetapi semangatnya jangan ikutan budal. Lebaran, cukup cintamu saja yang tersengal. Iman harus tetap kekal.

Dua puluh 9 hari ketaqwaan telah disekolahkan. Bukan hanya 8 jam, tapi Full Day dengan kurikulum yang disesuaikan. Setansetan juga dimadrasahkan dari menggoda ummat beriman. Barangkali disuruh merenung.

Jangan lagi tanya soal pendidikan karakter. Kemendikbud tak punya secuil urusan, kecuali penyelenggaraan pesantren kilat di instansi pendidikan.

Lebaran, setansetan-yang juga puasa dari menggoda manusia-dilepaskan seiring dibebaskannya nastarnastar dan biskuit Khong Guan dari lemari pers3mbunyian.

Kini, godaannya bahkan bisa lebih memikat dari senyum manis gebetan yang menunggu kedatanganmu bersama keluarga di depan pintu yang habis di cat dengan warna baru.

Minal Aidin wal Faidzin bisa jadi luapan kegembiraan atas dua makhluk ciptaan Tuhan (yang paling seksi): insan beriman dan setansetan. Kegembiraan yang berkeadilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s