Bunga-Bunga Bangsa

DSC_0591.JPG

Massa Aksi 55 melintas di depan penjual kacamata di depan stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: SUANDRIANSAH

Ada tren baru dalam kancah politik nasional, politik bunga-bunga namanya. Mencuat setelah ribuan karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menghiasi Balai Kota DKI Jakarta, sebelum akhirnya menjadi sampah di Monumen Nasional atau dibakar massa demo buruh 1 Mei kemarin.

Semenjak itu, karangan bunga mulai ‘tumbuh’ juga di pekarangan Markas Besar Kepolisian Indonesia, di Polda Metero Jakarta Raya, dan di beberapa markas kepolisian nampaknya. Di beberapa markas Tentara Nasional Indonesia juga ada, seperti di Komando Daerah Militer II/Sriwijaya.

Beragam tafsir muncul, sekadar ucapan simpatik atau bahkan manuver komunikasi politik. Nampaknya, kubu Ahok-bisa dibilang begitu- yang memulainya memang pandai memainkan teknik komunikasi massa dan propaganda. Pilkada tak mengalahkannya, namanya masih disebut dimana-mana.

Sekarang, kita tinggalkan saja ‘bunga-bunga politik itu’ sebab nantinya takut menodai kesucian, keharuman bunga itu sendiri. Sebab di banyak budaya, bunga menjadi simbol cinta dan kasih sayang. Meski juga pada momen tertentu, bunga menjadi simbol kesedihan, pada kematian misalnya.

Kita fokus pada bunga yang lain, ‘bunga keadilan’. Hari ini, 5 Mei masyarakat kembali melakukan aksi. Aksi 55 sebutannya. Seperti aksi-aksi sebelumnya, berbagai elemen ummat Islam akan memenuhi kawasan Istiqlal dan Monumen Nasional.tuntutannya tetap sama: Tegakkan Keadilan.

Mereka kecewa, pasalnya Ahok-sang Terdakwa penista agama- hanya dituntut setahun penjara dengan percobaan dua tahun. Artinya, Ahok masih bebas kemana-mana selama masa percobaan dan tidak melanggar pidana yang sama.

Ironisnya lagi, pasal yang dikenakan adalah pasal alternatif tentang ujaran kebencian pada suatu golongan. Padahal Majelis Ulama telah mengeluarkan sikap bahwa Ahok jelas-jelas menista agama. Aksi hari ini, menjadi bagian dari proses tegaknya keadilan. Mereka rela panas-panasan, berlelah-lelah, demi menumbuhkan ‘bunga keadilan’ itu.©

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s