Ahok Sandungan Kebangsaan

238472ahok1

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menghadiri pemeriksaan di Kantor Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/11)

Menjelang pekan pertama November 2016 situasi di Indonesia diprediksi akan memanas. Pasalnya ribuan masyarakat dan berbagai organisasi keagamaan akan kembali melakukan unjuk rasa yang berpusat di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat terkait dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tidak sekadar meminta Kepolisian bersikap cepat dalam memproses laporan dugaan penistaan yang sebelum-sebelumnya dilayangkan. Massa juga akan mendesak pemerintahan khususnya Presiden Jokowi untuk mengambil sikap tegas.

Mampirnya Ahok ke Istana Negara sebelum melaporkan klarifikasinya ke Bareskrim Polri soal “dibohongi dengan Al Maidah 51” menimbulkan kesan “ada main” antara Pimpina Negara dengan Pimpinan Ibu Kota itu. Apalagi politisi PAN Amien Rais dalam Aksi Bela Islam dua pekan lalu juga telah memberi sinyal bahwa Jokowi diminta tidak melindungi Ahok.

Apatisnya pemerintah merespons kegaduhan ini dikhawatirkan dapat menjadi batu sandungan bagi jalannya roda pemerintahan dan kehidupan kebangsaan khususnya. Eskalasi unjuk rasa yang digelar di berbagai daerah harusnya telah menjadi catatan sendiri bagi kepekaan Jokowi selaku penanggung jawab negeri ini.

Ahli Hukum dan Tata Negara Yusril Ihza sebelumnya mengatakan, jika situasi ini tidak dikelola dengan baik dan benar bisa mengarah kemana-mana dan tidak terkontrol. Senada dengan Yusril, Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI, Bachtiar Nasir menuturkan bahwa fokus utama demo 4 November nanti adalah kepada Sang Mantan Gubernur DKI yang kini menjadi presiden.

Sebagai salah seorang yang berada di pusat pusaran krisis 1998 Yusril tentu tak asal prediksi. Budaya masyarakat kita memang ramah, tapi jika nilai-nilai kebangsaan diusik termasuk di dalamnya norma keagamaan akan membuat rakyat marah. Bachtiar pun mengakui kondisi psikologis seperti ini, meski telah mewanti-wanti bahwa 4 November aksi damai, pihaknya tidak akan bisa memprediksi apa yang terjadi selanjutnya jika gugatan rakyat tetap dimentahkan dan diacuhkan.

Kita berdoa saja, semoga kasus dugaan pensitaan agama ini tak menjadi bencana pemerintahan dan sandungan kebangsaan. Semoga pemegang kebijakan benar-benar bijak membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Semoga!

Harian Amanah
Jakarta | Oktober 2016, 28

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s