Menikmati Gerhana Matahari Sebagai Wisata Religi

IMG_20160309_120659

Sejumlah masyarakat menikmati momen GMT usai melaksanakan shalat khusuf di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2016)

Hari ini, Rabu (9/3/2016) sebanyak kurang lebih 11 provinsi di Indonesia dilintasi gerhana matahari total (GMT). Indonesia patut berbangga, sebab hanya ia negara satu-satunya yang dapat menikmati fenomena langka tersebut kali ini. Jalurnya melalui 11 provinsi, mulai dari Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga bayang-bayang bulan akan jatuh ke permukaan bumi. Daerah yang dilewati bayang-bayang itu akan mengalami gerhana. Dari 11 provinsi, 11 daerah mengalami gerhana matahari total, yakni Palembang, Belitung, Bangka, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera.

Kita bersyukur, fenomena yang indah dapat disaksikan tanpa rasa takut di hati. Tidak ada pengumuman di televisi, selebaran, atau kebijakan pemerintah melarang masyarakatnya melihat interaksi alam 33 tahun sejak 1983 ini. Hari ini tidak ada lagi yang menutup jendela, bersembunyi di kolong-kolong meja, berjalan menunduk sebagaimana cerita-cerita orang tua dahulu.

Berkahnya, hari ini kita saksikan di mana-mana ramai orang menyelenggarakan shalat gerhana. Kementerian agama mengimbau, masjid negara Istiqlal menggelar shalat khusuf. Di universitas, perkampungan, kota pada pagi hari masyarakat berbondong-bondong menuju masjid, tanah lapang untuk melaksanakan shalat, bertasbih, memuji Sang Pencipta. Para orang tua tak lupa membawa anak-anak mereka.

Bagi seorang muslim peristiwa gerhana bukanlah mitos yang mengada-ada. Gerhana adalah fenomena alam biasa dan bukti keagungan Allah subhanahuwata’ala. Gerhana bukan juga pertanda kelahiran atau kematian seorang ulama, tokoh, atau siapa saja. GMT adalah sarana edukasi, ibadah, memperbaiki keintiman kita dengan sang Pencipta.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah,” (HR. Al Bukhari)

Menikmati GMT bagi seorang muslim tidak dengan plesiran yang mubazir. Jika pun ingin plesiran, plesir yang disertai zikir, dan mendahulukan shalat. Peristiwa gerhana dapat menjadi edukasi agama dan pengetahuan astronomi. Kita boleh menikmati di planetarium, pantai, atas gunung, halaman rumah, tanah lapang dan sebagainya. Tak lupa kacamata khusus gerhana, teropong khusus, atau apapun yang dapat memfilter sinar gerhana langsung ke mata.

Melihat langsung fenomena GMT seperti disuguhkan ‘kecanggihan’ alam yang luar biasa. Bersamaan dengan itu kita memuji Allah yang maha apik mengkreasikan ciptaanya. Ada keindahan dibalik cahayanya menyusul puji-pujian yang dilantunkan kepadaNya. Kita saksikan turis-turis baik dalam negeri maupun luar negeri rela mengeluarkan hartanya, menyewa hotel, pergi ke spot-spot tertentu demi dapat menyaksikan gerhana sempurna di tempat yang ‘sempurna’.

GMT menjadi sarana mentadabburi, mentafakkuri alam semesta. Lewat shalat khusuf merefleksi diri betapa kecilnya kita dibanding ciptaan Allah di luaran langit sana. Namun karena akal yang dianugerahkan kita dapat menciptakan berbagai perangkat teknologi sehingga mampu ‘menyentuh’ apa yang ada di luar pelanet bumi bermil-mil jauhnya. Karenanya GMT  patut menjadi momen bersyukur dan bertafakur.

Salam,
Mari ngopi, berbagi dari hati ke hati.

Suandri Ansah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s