Dalam Doamu

image

Ada yang mulai beranjak bersama temaramnya kunang-kunang
Pada serbuk-serbuk hujan yang menitik semalaman
Mengetuk pelan jendela kaca yang mulai rapuh kayunya

Dalam bingkai semesta
Bersembunyi dibelakang matahari yang menepi pagi
Bayangnya masih menghitam sepanjang gugusan air mata

Seranum tanah merah didepan rumah
Dibawah dipan kayu yang merawat masa lalu
Menggantung pada dinding-dinding bambunya
Sesenyum mesra dicelah-celah cahaya

Pada tiap jejak-jejak rindu
Yang tak resah disapu waktu
Disudut keramaian ditepi-tepi kesendirian
Riuh doa-doa kau limpahkan

“Kelak, jika waktu dan ruang mewujud dusun-dusun yang damai, rindu tak akan pernah kukirim lagi, sebab langit telah menyatukan puisi-puisi yang kutulis menyambut pertemuan sebagai hilir”*

*Asas Rindu, Horison

Suandri Ansah | Juni 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s